Hasil dan Produk Pertanian Turki

pertanian turki

Jika kita membicarakan pertanian negara-negara di dunia, mungkin tak banyak yang memikirkan tentang pertanian di Turki. Tapi tahukah anda bahwa ekonomi pertanian Turki termasuk diantara 10 besar di dunia dengan setengah dari negara itu terdiri dari lahan pertanian dan hampir seperempat penduduknya bekerja di bidang pertanian.

Turki adalah produsen utama gandum, gula. susu, unggas, kapas, tomat, buah-buahan seperti pisang. jeruk, apel dan sayur-sayuran. Mereka juga merupakan produsen utama di dunia untuk capricot dan hazelnut. 55,9% daratan Turki memiliki ketinggian lebih dari 1000 meter. Daerah dengan kemiringan lebih dari 15% merupakan 62,5% dari daratan negara itu. 26,3 juta dari 77,9 juta hektar lahan di Turki digunakan untuk pertanian.

Kondisi dan Iklim

iklim di turki

Tiga tipe iklim dasar terdapat di Turki. Ini semua tergantung pada lokasi garis lintang dan ketinggian relatif terhadap laut. 3 iklim itu terdiri dari iklim laut hitam, iklim Mediterania dan iklim kontinental. Jenis iklim ini bervariasi di dalam wilayah dan dibagi menjadi subtipe. Sebagai contoh iklim kontinental yang terlihat pada wilayah anatolia Tengah, anatolia Timur dan anatolia Tenggara. Keragaman iklim ini memungkinkan banyak tanaman berbeda untuk ditanam di Turki.

Kebangkitan sektor pertanian di Turki dimulai pada masa kepemimpinan presiden ke-11 mereka yaitu Abdullah Gul. Janji-janji politik untuk memajukan sektor pertanian dan mensejahterakan petani ditepati oleh Abdullah Gul. Pada tahun kedua masa kepemimpinannya yaitu pada tahun 2008 berbagai kebijakan-kebijakan pertanian yang pro petani tak ayal telah benar-benar meningkatkan gairah sektor pertanian di negara tersebut.

Sektor Yang Dimanja

Tidak seperti kebijakan subsidi pertanian di banyak negara di dunia, subsidi pertanian Turki benar-benar berbeda. Di Turki di mana sektor pertanian berada di bawah kendali Kementerian Ekonomi, subsidi pertanian tidak diberikan untuk pupuk ataupun pestisida. Tapi kebanyakan diberikan untuk alat-alat penunjang pertanian seperti mesin panen, mesin olah tanah, bantuan untuk pembangunan green house dan sebagainya.

Pemerintah Turki juga terlibat aktif dalam pengendalian harga hasil panen. Kendali atas harga hasil panen dapat memberikan rasa aman bagi petani karena sejak tahun 2008 tidak ada istilah harga hasil panen yang anjlok. Pemerintah berusaha keras untuk mengendalikan harga pasar. Jika stok panen melimpah maka bukan hanya pasar lokal yang diincar tapi juga pasar internasional seperti negara-negara Eropa dan Timur Tengah.

Kebijakan pertanian Turki merupakan percontohan yang kemudian diadopsi oleh beberapa negara lain di dunia seperti Italia, Norwegia, Prancis bahkan di Jepang, Korea dan Australia.

Pertanian Semi Organik

60% pertanian di Turki merupakan pertanian semi organik, 5% merupakan pertanian organik dan sisanya merupakan pertanian kimiawi. Pertanian semi organik berkembang di Turki bukannya tanpa alasan. Ini dikarenakan hampir semua bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi pupuk sintetis dan pestisida merupakan bahan-bahan yang diimpor dari negara lain seperti Rusia, Ukraina, Cina, Norwegia dan Amerika Serikat.

Ketidakmampuan untuk memproduksi bahan dasar pupuk dan pestisida sendiri membuat harga pupuk dan pestisida di Turki lebih mahal rata-rata tiga kali lipat dari negara-negara Eropa lainnya. Sementara kebijakan pertanian yang tidak mensubsidi pupuk dan pestisida mau tidak mau mengharuskan petani di Turki agar pandai mengakali pertanian mereka demi memangkas biaya.

Pertanian yang digolongkan semi organik di Turki adalah pertanian yang menggunakan bahan kimia sintetis kurang dari 20%. Ini akhirnya menyebabkan banyak produk pertanian asal Turki sangat rendah dalam hal residu bahan-bahan kimia sintetis. Akibatnya terutama buah-buahan dan sayuran asal Turki sangat diminati terutama di negara-negara Eropa.

Green House

green house pertanian

Penggunaan green house atau rumah kaca merupakan sesuatu yang umum dalam pertanian di Turki terutama untuk budidaya buah-buahan dan sayuran. Penggunaan green house bukan hanya merupakan upaya untuk mengatasi cuaca tapi juga upaya untuk mengurangi penggunaan pestisida.

Dengan memakai green house petani dapat memastikan bahwa mereka dapat memiliki kendali yang cukup atas hama dan penyakit yang menyerang tanaman sehingga penggunaan biopestisida dapat benar-benar dimaksimalkan. Rata-rata 70% biaya pembangunan green house merupakan bantuan dari pemerintah. Sementara 30% sisanya merupakan biaya yang diakomodasikan dari koperasi-koperasi pertanian atau biaya pribadi dari petani.

Pupuk Organik

Industri pupuk organik merupakan sektor yang berkembang pesat di Turki. Perkembangan sektor pertanian di Turki yang berjalan beriringan dengan berkembangnya sektor peternakan membuat banyak tersedianya bahan dasar berupa kotoran hewan untuk pembuatan pupuk organik. 80% pengolahan pupuk organik merupakan industri yang dikelola oleh negara sehingga pendistribusiannya kepada petani merupakan tanggung jawab penuh dari negara.

Berdasarkan kebijakan pertanian yang ditetapkan pada tahun 2008 maka pemerintah Turki diwajibkan untuk dapat memenuhi kebutuhan bahan organik untuk masing-masing pertanian yang terdaftar di negara.

Pemupukan dan Agen Hayati

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa pemerintah Turki tidak memberikan subsidi atas pupuk berbasis bahan sintetis dan juga pestisida. Ini pada akhirnya menyebabkan banyak petani Turki harus menerapkan metode pertanian semi organik dan mereka harus pandai dalam menyiasati metode pemupukan mereka.

Sebagai contoh untuk pemupukan 1000 pokok tanaman seperti timun, tomat, terong dan sebagainya petani Turki rata-rata hanya membutuhkan sebanyak 2 kg pupuk NPK sintetis untuk sekali pemupukan dengan interval 14 sampai 21 hari sekali. Pengaplikasian pupuk sintetis dilakukan dengan cara diencerkan menggunakan air pada wadah Tong atau drum lalu didistribusikan secara tepat pada setiap tanaman dengan bantuan irigasi tetes. Proses ini disebut vertigasi.

Kebanyakan sumber nutrisi tanaman memang sudah terakomodasi oleh pemberian pupuk organik padat. Sementara pemberian pupuk sintetis hanya sebagai pupuk pelengkap atau sebagai Booster pertumbuhan. Untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi tanaman maka penerapan agen hayati seperti mikoriza merupakan suatu keharusan di pertanian Turki.

Bio Pestisida

Selain pemupukan yang tepat sasaran dan penggunaan agen hayati pertanian Turki juga identik dengan penggunaan biopestisida. Kebanyakan dari jenis bio pestisida yang digunakan adalah dari jenis serangga menguntungkan yang akan memangsa hama pada tanaman. Penggunaan green house tentu saja memungkinkan hal ini untuk terjadi karena pengendalian hama dapat dilakukan dalam lingkungan yang tertutup.

Share